Laman Utama

Sejak 2017 September 9, web log ini menjadi tempatku mengarsipkan sebagian pikiranku secara daring. Isinya adalah topik-topik acak yang menurutku menarik, yaitu

  1. Semesta (pemandangan antariksa, lokasi-lokasi di Bumi, dan kehidupan di sana),
  2. Bahasa & Aksara (hobiku dalam linguistik amatir),
  3. Hidangan (makanan, minuman, dan kumpulan resep), dan
  4. Karya Manusia (semua hal lain yang tidak termasuk tiga kategori lain).

Semua karyaku di situs ini dapat digunakan, disalin, dan diubah secara bebas. Konten orisinalku termasuk domain publik (CC0) dan beberapa konten adaptasi dari karya orang lain termasuk Creative Commons By 4.0 sehingga aku hanya perlu memberi atribusi pada pencipta aslinya. Aku menganut asas keterbukaan dan inovasi sesuai Deklarasi Kebebasan Internet.

Mengapa semangka?

Nama Sekadar Semangka merupakan sebuah candaan. Sebutan tersebut seakan mengubah statusku yang tadinya termasuk kerajaan hewan menjadi tumbuhan. Pikiran tidak lagi disimpan di kepala manusia, tetapi telah dipindahkan ke buah semangka. Ini serupa dengan kebiasaan orang menggunakan buah semangka sebagai model kepala manusia saat melakukan percobaan amatir, seperti menguji daya tembus peluru atau kekuatan helm.

Semangka digunakan untuk menunjukkan pentingnya memakai helm.

Dalam video dari The Active Transportation Alliance ini, disebutkan mitos bahwa berat, kepadatan, dan massa jenis semangka serupa dengan kepala manusia.

Sayangnya, semangka bukanlah model kepala manusia yang ideal. Massa rata-rata semangka 9-11 kg (Kent, Chris. 2018); itu dua kali lebih berat daripada massa rata-rata kepala manusia 5 kg (Gekhman, Dmitriy. 2006). Massa jenis semangka adalah 0,64 × 103 kg/m2 (aqua-calc); itu kurang rapat daripada massa jenis kepala manusia 1,10 × 103 kg/m2 (Wiley).

Meskipun semangka memiliki kulit buah yang tebal, ia masih tidak sepadat atau sekuat tengkorak manusia. Kepala manusia mampu menahan gaya sebesar 2255,53 N (dikonversi dari 230 kg pada gravitasi bumi); luas permukaan kepala manusia adalah 0,0153 m2 (permukaan kepala mencakup 9% dari keseluruhan dan luas permukaan tubuh total umumnya 1,7 m2); maka kepala manusia tahan tekanan sekitar 147,42 × 103 N/m2. Sementara itu buah semangka sudah hancur hanya dengan tekanan 19,06 × 103 N/m2 (Kotsch, John. 2019).

Agent Hill describes the sound as having been “just like a melon being dropped on concrete” and he has never and will never forget it.

Catie dari forum Yahoo, gambar dari Gyfcat

Alasan semangka dipakai sebagai model kepala sebenarnya adalah harga semangka yang relatif terjangkau. Selain itu, suara semangka yang pecah juga agak mirip dengan suara kepala yang pecah. Dalam buku autobiografi Mrs. Kennedy and Me, Clint Hill menggambarkan suara saat kepala Presiden Kennedy tertembak seperti melon yang dijatuhkan ke atas semen (Catie. 2012).

Pos

Ini adalah laman untuk semua pos-pos yang aku unggah ke web log ini. Di sini, semuanya diurutkan berdasarkan tanggal. Untuk melihat pos-pos berdasarkan kategori, pergilah ke menu di paling atas.

Kalender Toki Pona

Toki Pona tidak memiliki kalender atau sistem penanggalan yang resmi. Walaupun demikian, beberapa penutur Toki Pona telah berusaha menyatakan tanggal dengan kosakata Toki Pona.

Sitelen Pona

Pada dasarnya, Toki Pona ditulis dengan alfabet Latin yang pelafalannya sesuai Alfabet Fonetis Internasional. Walaupun demikian, Sonja Lang juga menciptakan aksara khusus untuk Toki Pona, yaitu Sitelen Pona.

Kontak Saya

Ini adalah halaman untuk menghubungi saya. Silakan isi nama, alamat surel, dan pesan Anda pada formulir di bawah.